Kisah · Peru

Akhir pekan di Lima

Kisah yang diceritakan seperti kepada teman, langkah demi langkah.

Akhir pekan di Lima, di Lima

Kita bukan sekadar mengunjungi Lima; kota ini punya cara sendiri untuk membuat kita betah. Aku akan mengajakmu menjelajah selama 2 hari, tanpa terburu-buru, sambil menyisakan waktu untuk hal-hal yang tak bisa direncanakan.

Hari 1 · Museum dan budaya

Pagi hari, kita menuju Larco Museum. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,8 dari 5 (18.044 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Menjelang siang, kita menuju Zona Arqueologica Monumental Mateo Salado. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.

Zona Arqueologica Monumental Mateo Salado, di Lima

Untuk makan siang, Pueblo Libre 15084 punya banyak pilihan. Pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.

Sore hari, kita menuju National Museum of the Archaeology, Anthropology, and History of Peru, Lima. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,5 dari 5 (4.067 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Malam hari, kita menuju Plaza Bolivar. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,5 dari 5 (2.566 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.

Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Lima mengurus sisanya.

Hari 2 · Ikon-ikon kota

Pagi hari, kita menuju Basílica and Convent of San Francisco | Lima. Bawa air minum, kenakan sepatu yang nyaman, dan lupakan jam. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,6 dari 5 (18.169 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Basílica and Convent of San Francisco | Lima, di Lima

Menjelang siang, kita menuju Museo del Convento de San Francisco y Catacumbas. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,6 dari 5 (5.542 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Untuk makan siang, Lima 15001 punya banyak pilihan. Pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.

Sore hari, kita menuju Parque de la Muralla. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Malam hari, kita menuju Casa del Oidor. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Lima mengurus sisanya.

Kalau masih ingin menjelajah

Tempat lain yang ingin kuselipkan: Basilica and Convent of Santo Domingo, Lima, El Olivar de San Isidro Park, Malecón de Miraflores, Katedral Lima, Pucllana Site Museum dan Lima Main Square. Masukkan saja ke hari yang jadwalnya terasa longgar.

Tips dariku

Jalan kaki. Lalu naik transportasi umum: di sanalah kita bisa melihat kehidupan kota yang sesungguhnya.

Pesan tempat-tempat paling populer sehari sebelumnya. Antrean sudah berkali-kali merusak rencana pagi.

Bawa sedikit uang tunai setempat. Tempat-tempat terbaik sering kali justru belum punya fasilitas pembayaran yang lengkap.

Kalau kamu jadi pergi, ceritakan apa yang paling kamu suka. Lima berubah, begitu juga aku.

Kisah Triovol · ditulis oleh seseorang yang ingin kembali besok

Bagikan pengalamanmu!

Pernah ke sana? Tips, alamat, kesalahan yang harus dihindari: pelancong berikutnya akan membacamu.

0/600

Tanpa tautan atau hinaan. Pembaca dapat melaporkan pesan; tiga laporan akan menyembunyikannya.

    Jam operasional, harga, dan jadwal buka bisa berubah. Cek situs tempatnya sebelum berangkat agar tidak ada kejutan.