Kisah · Bolivia

Akhir pekan di La Paz

Kisah yang diceritakan seperti kepada teman, langkah demi langkah.

Akhir pekan di La Paz, di La Paz

Kita bukan sekadar mengunjungi La Paz; kota ini punya cara sendiri untuk membuat kita betah. Aku akan mengajakmu menjelajah selama 2 hari, tanpa terburu-buru, sambil menyisakan waktu untuk hal-hal yang tak bisa direncanakan.

Hari 1 · Museum dan budaya

Pagi hari, kita menuju National Museum of Ethnography and Folklore. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,6 dari 5 (1.215 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Menjelang siang, kita menuju Plaza Murillo. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.

Plaza Murillo, di La Paz

Untuk makan siang, La Paz punya banyak pilihan. Pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.

Sore hari, kita menuju Plaza Mayor de San Francisco. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.

Malam hari, kita menuju Museum of Musical Instruments. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan La Paz mengurus sisanya.

Hari 2 · Ikon-ikon kota

Pagi hari, kita menuju National Art Museum. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,5 dari 5 (628 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

National Art Museum, di La Paz

Menjelang siang, kita menuju Central Cemetery of La Paz. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.

Untuk makan siang, La Paz punya banyak pilihan. Pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.

Sore hari, kita menuju Hernando Siles Stadium. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.

Malam hari, kita menuju The Witches Market. Di sini, rencananya justru tak punya rencana: susuri satu jalan, lalu jalan berikutnya, dan cari tempat makan saat perut mulai keroncongan. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.

Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan La Paz mengurus sisanya.

Kalau masih ingin menjelajah

Tempat lain yang ingin kuselipkan: Montículo, Valle de la Luna, Basilica of Saint Francis, Mirador Killi Killi, Serranías del Valle De Las Animas dan Coca Museum. Masukkan saja ke hari yang jadwalnya terasa longgar.

Tips dariku

Jalan kaki. Lalu naik transportasi umum: di sanalah kita bisa melihat kehidupan kota yang sesungguhnya.

Pesan tempat-tempat paling populer sehari sebelumnya. Antrean sudah berkali-kali merusak rencana pagi.

Bawa sedikit uang tunai setempat. Tempat-tempat terbaik sering kali justru belum punya fasilitas pembayaran yang lengkap.

Kalau kamu jadi pergi, ceritakan apa yang paling kamu suka. La Paz berubah, begitu juga aku.

Kisah Triovol · ditulis oleh seseorang yang ingin kembali besok

Jam operasional, harga, dan jadwal buka bisa berubah. Cek situs tempatnya sebelum berangkat agar tidak ada kejutan.