Kisah · Maroko
5 hari di Marrakech
Kisah yang diceritakan seperti kepada teman, langkah demi langkah.
Kita bukan sekadar mengunjungi Marrakech; kota ini punya cara sendiri untuk membuat kita betah. Aku akan mengajakmu menjelajah selama 5 hari, tanpa terburu-buru, sambil menyisakan waktu untuk hal-hal yang tak bisa direncanakan.
Hari 1 · Ikon-ikon kota
Pagi hari, kita menuju Madrasa Ben Youssef. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,7 dari 5 (13.633 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Menjelang siang, kita menuju Marrakech Sightseeing Tours. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Untuk makan siang, Marrakesh 40000 punya banyak pilihan. Pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Camel Ride Marrakech. Bawa air minum, kenakan sepatu yang nyaman, dan lupakan jam. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Marrakech mengurus sisanya.
Hari 2 · Ikon-ikon kota
Pagi hari, kita menuju Koutoubia. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,6 dari 5 (18.944 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Menjelang siang, kita menuju AGAFAY DESERT: Dinner ,Camel Ride ,BERBER CAMP, QUAD. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,6 dari 5 (218 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Untuk makan siang, Marrakesh 40000 punya banyak pilihan. Pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Setti Fadma (Ourika Valley & 7 Cascades). Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Marrakech mengurus sisanya.
Hari 3 · Menikmati alam terbuka
Pagi hari, kita menuju Park Arsat Moulay Abdesalam. Bawa air minum, kenakan sepatu yang nyaman, dan lupakan jam. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Menjelang siang, kita menuju Morocco Trekking. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Untuk makan siang, Marrakesh 40000 punya banyak pilihan. Pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Dar El Bacha Museum. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,6 dari 5 (3.168 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Marrakech mengurus sisanya.
Hari 4 · Ikon-ikon kota
Pagi hari, kita menuju Souk Semmarine. Di sini, rencananya justru tak punya rencana: susuri satu jalan, lalu jalan berikutnya, dan cari tempat makan saat perut mulai keroncongan. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Menjelang siang, kita menuju local guide Marrakech. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Untuk makan siang, Marrakesh 40000 punya banyak pilihan. Pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Deserted Photo Booth. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,9 dari 5 (233 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Marrakech mengurus sisanya.
Hari 5 · Museum dan budaya
Pagi hari, kita menuju House of Photography in Marrakech. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Para pelancong memberinya nilai 4,5 dari 5 (3.900 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Menjelang siang, kita menuju Museum Yves Saint Laurent. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Untuk makan siang, pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Marrakech Museum. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Wajib dikunjungi, dan memang ada alasannya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Marrakech mengurus sisanya.
Kalau masih ingin menjelajah
Tempat lain yang ingin kuselipkan: Bahia Palace, Jemaa el-Fnaa, El Badi Palace, Jardin Majorelle, Le Jardin Secret dan Quad Biking Marrakech Tour Braves. Masukkan saja ke hari yang jadwalnya terasa longgar.
Tips dariku
Jalan kaki. Lalu naik transportasi umum: di sanalah kita bisa melihat kehidupan kota yang sesungguhnya.
Pesan tempat-tempat paling populer sehari sebelumnya. Antrean sudah berkali-kali merusak rencana pagi.
Bawa sedikit uang tunai setempat. Tempat-tempat terbaik sering kali justru belum punya fasilitas pembayaran yang lengkap.
Kalau kamu jadi pergi, ceritakan apa yang paling kamu suka. Marrakech berubah, begitu juga aku.
Kisah Triovol · ditulis oleh seseorang yang ingin kembali besok
Jam operasional, harga, dan jadwal buka bisa berubah. Cek situs tempatnya sebelum berangkat agar tidak ada kejutan.
Bagikan pengalamanmu!
Pernah ke sana? Tips, alamat, kesalahan yang harus dihindari: pelancong berikutnya akan membacamu.