Kisah · Prancis
5 hari di Nice
Kisah yang diceritakan seperti kepada teman, langkah demi langkah.
Kita bukan sekadar mengunjungi Nice; kota ini punya cara sendiri untuk membuat kita betah. Aku akan mengajakmu menjelajah selama 5 hari, tanpa terburu-buru, sambil menyisakan waktu untuk hal-hal yang tak bisa direncanakan.
Hari 1 · Menikmati alam terbuka
Pagi hari, kita menuju French Riviera Sightseeing. Di sini, rencananya justru tak punya rencana: susuri satu jalan, lalu jalan berikutnya, dan cari tempat makan saat perut mulai keroncongan. Para pelancong memberinya nilai 4,9 dari 5 (13.888 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Menjelang siang, kita menuju Parc Phœnix. Bawa air minum, kenakan sepatu yang nyaman, dan lupakan jam. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Untuk makan siang, pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Jardin botanique de Nice. Bawa air minum, kenakan sepatu yang nyaman, dan lupakan jam. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Nice mengurus sisanya.
Hari 2 · Ikon-ikon kota
Pagi hari, kita menuju Fontaine du Soleil. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,7 dari 5 (5.266 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Menjelang siang, kita menuju Fontaine Miroir d’Eau. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,7 dari 5 (470 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Untuk makan siang, pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Promenade du Paillon. Bawa air minum, kenakan sepatu yang nyaman, dan lupakan jam. Para pelancong memberinya nilai 4,6 dari 5 (4.845 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Nice mengurus sisanya.
Hari 3 · Ikon-ikon kota
Pagi hari, kita menuju Colline du Château. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,7 dari 5 (25.925 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Menjelang siang, kita menuju Photos on cascade. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Untuk makan siang, pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Cascade du Château. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,7 dari 5 (2.536 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Nice mengurus sisanya.
Hari 4 · Ikon-ikon kota
Pagi hari, kita menuju Cathédrale Saint-Nicolas de Nice. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,6 dari 5 (10.873 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Menjelang siang, kita menuju Nice-Monaco. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Untuk makan siang, pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Villa Masséna, musée d'art et d'histoire. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Para pelancong memberinya nilai 4,5 dari 5 (3.505 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Nice mengurus sisanya.
Hari 5 · Ikon-ikon kota
Pagi hari, kita menuju Cascade de Gairaut. Tempat seperti ini bisa membuat kita terdiam sejenak, bahkan saat merasa sudah tahu segalanya. Para pelancong memberinya nilai 4,5 dari 5 (1.974 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Menjelang siang, kita menuju Jardin des Arènes de Cimiez. Bawa air minum, kenakan sepatu yang nyaman, dan lupakan jam. Para pelancong memberinya nilai 4,5 dari 5 (4.665 ulasan), dan aku tak akan membantah mereka. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum · ulasan para pelancong.
Untuk makan siang, pilih tempat yang ramai oleh warga setempat, bukan yang menunya diterjemahkan ke enam bahasa.
Sore hari, kita menuju Matisse Museum. Luangkan sekitar dua jam, lalu keluar sebelum puas menjelajah. Itulah rahasia agar ingin kembali. Praktisnya: lihat rute dengan transportasi umum, dan kalau ingin menghindari antrean, pesan tiket atau bandingkan di Tiqets.
Malam hari, ikuti saja suasana: duduk di teras, berjalan-jalan, dan biarkan Nice mengurus sisanya.
Kalau masih ingin menjelajah
Tempat lain yang ingin kuselipkan: #ILoveNICE, Parc du Mont Boron, Bellanda Tower, Panorama Est de la Colline du Château, Point de vue sur le port dan Ascenseur du Château. Masukkan saja ke hari yang jadwalnya terasa longgar.
Tips dariku
Jalan kaki. Lalu naik transportasi umum: di sanalah kita bisa melihat kehidupan kota yang sesungguhnya.
Pesan tempat-tempat paling populer sehari sebelumnya. Antrean sudah berkali-kali merusak rencana pagi.
Bawa sedikit uang tunai setempat. Tempat-tempat terbaik sering kali justru belum punya fasilitas pembayaran yang lengkap.
Kalau kamu jadi pergi, ceritakan apa yang paling kamu suka. Nice berubah, begitu juga aku.
Kisah Triovol · ditulis oleh seseorang yang ingin kembali besok
Jam operasional, harga, dan jadwal buka bisa berubah. Cek situs tempatnya sebelum berangkat agar tidak ada kejutan.
Bagikan pengalamanmu!
Pernah ke sana? Tips, alamat, kesalahan yang harus dihindari: pelancong berikutnya akan membacamu.